Saturday, October 31, 2009

Para Pembela Islam


Oleh: Fauzi A Muda
Argumen inti yang hendak dikemukakan buku ini adalah bahwa ada tendensi meningkatnya konservatisme Islam di Muhammadiyah, yang tidak bisa ditemukan presedennya di masa lalu, di samping sejumlah aspek modernitas yang masih dipegangnya dan berkembangnya persepsi banyak kalangan bahwa ia adalah sebuah organisasi modern. Hubungan dialektis antara kelompok progresif dan konservatif telah menciptakan lingkaran setan, bahwa sementara progresivisme lahir sebagai respons terhadap tendensi konservatif di Muhammadiyah, adalah progresivisme ini juga yang memicu konservatisme yang serempak dan lebih sistematis dalam Muhammadiyah.

Buku ini juga melacak intellectual gap antara kelompok konservatif dan progresif yang sangat nyata dari cara bagaimana kedua kelompok ini mengartikulasikan sejumlah pendapat. Kelompok progresif umumnya menggunakan argumentasi-argumentasi yang lebih sophisticated dan merujuk kepada sumber-sumber terpercaya dalam konteks akademis. Sementara kelompok konservatif lebih menyukai perkataan-perkataan atau pernyataan-pernyataan yang tidak mengandung dimensi intellectual exchange.

Lanjutin bacanya ya...

Sunday, July 19, 2009

Air Kehidupan Telah Dituangkan!

======================
Pengantar You-Know-Who: Tadi malam, aku iseng-iseng menulis namaku di kotak pencarian 'google'. Penasaran aja, namaku udah tayang di web mana aja. Huh..narsiz banget..,hehe. Ternyata dari hasil temuan, ada karyaku yang aku udah lupa bahwa aku pernah membuatnya.
Dulu, aku pernah menulis untuk Buletin El-Madani. Untuk kolom tetap yang bernama Madrasah Ruhani. Aku lupa pernah nulis untuk berapa edisi. Udah lama sih. Apalagi aku orangnya kurang tertib dokumentasi. Beruntunglah ada media online, yang memberi banyak kemudahan untuk kita. Agar tidak kehilangan kedua kali, maka kuposting disini.
======================

Air Kehidupan Telah Dituangkan
Oleh: Fauzi A Muda

Katakanlah: 'Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.'
(QS. al-Jumu’ah: 62)

Alkisah, ada seorang laki-laki kaya paruh baya mendatangi Sang Murshid. “Guru, saya sudah bosan hidup. Rumah tangga saya berantakan. Perusahaan yang saya pimpin kolaps, diambang kebangkrutan. Anak-anak saya tidak ada yang bisa dibangggakan. Pokoknya, apa pun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati saja. Hari inipun saya siap”

Sang Murshid tersenyum, “Oh, kamu sakit.”

“Bukan Guru, saya tidak sakit. Saya sangat sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan, “Kamu sakit, dan penyakitmu itu namanya ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”
“Tapi jangan kuatir, penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian saran sang Guru.

“Tidak Guru, tidak. Saya sudah benar-benar ingin mati. Saya tidak ingin hidup.” Laki-laki itu menolak tawaran sang guru.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu benar-benar ingin mati?”

“Ya, saya sudah bosan hidup.”

“Baiklah, besok malam kamu akan mati”, Kata sang Guru sambil menyerahkan dua botol berisi air racun, ”Ambillah dua botol racun ini. Satu botol minumlah malam ini, satu botol lagi minumlah besok petang. Malamnya kau akan meninggal dengan tenang.”

Setelah mendengar perintah sang Guru tadi, laki-laki itu menjadi bingung. Setiap Master dan psikiater yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Tapi yang satu ini aneh. Ia malah menawarkan racun. Apa boleh dikata, karena memang sudah betul-betul jenuh, laki-laki itu menerimanya dengan senang hati.
Sesampai di rumah, ia langsung meneguk habis sebotol racun. Ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai!

“Hidupku tinggal sehari semalam, dan aku akan mati. Aku akan bebas dari segala macam masalah kehidupan”, katanya dalam-dalam.

Malam harinya, ia memutuskan untuk makan malam bersama anak-istrinya di restoran mahal. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan bersama keluarga selama beberapa tahun terakhir. Karena ini malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya benar-benar cair!

Sepulang dari restoran, sebelum tidur, ia mencium kening istrinya kemudian berbisik di telinga istrinya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Pagi-pagi, ia membuka jendela rumah dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi bersama istrinya. Pulang ke rumah setengah jam kemudian, langsung ke dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Sang istri merasa ada aneh pada suaminya, kemudian berkata, “Sayang, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, sayang.”

Setelah itu ia berangkat ke kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Bawahan-bawahannya menjadi bingung.

“Hari ini, Bos kita kok aneh?. Sangat ramah!”
Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka menjadi lembut. Suasana di kantor hari itu sangat menyenangkan. Karena siang itu adalah siang terakhir, sekali lagi, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang ke rumah sore hari, ia melihat istri tercinta sudah menunggu di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman hangat kepadanya, “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkanmu.”
Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu stres karena perilaku kami.”

***
Tiba-tiba, sungai kehidupan mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mulai berpikir untuk mengurungkan niatnya bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan sebotol racun yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

Sore itu juga, ia langsung mendatangi sang Murshid lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Murshid langsung mengetahui apa yang telah terjadi.
“Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, kini kau hidup dalam kekinian. Apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sang kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”

Sang Murshid ini memang benar. Banyak sekali di antara kita yang alergi hidup dan bosan terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini terus berjalan. Sungai kehidupan mengalir terus. Terkadang kita ingin berhenti di tempat, tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Resistensi terhadap kehidupan membuat kita sakit.

Air kehidupan telah dituangkan! Wallahu a’lam

Menara Petir, Mei ‘07
Fauzi Ahmad Muda
Simpatisan Tarekat Mevlevi

Lanjutin bacanya ya...

Wednesday, July 8, 2009

Ketika Rokok Bukan (Lagi) Pilihan

Pengantar Penutup
Buku Ekspresikan Dirimu Tanpa Rokok
 

Oleh: Fauzi A Muda
Iklan rokok yang kini semakin ekspansif, baik di jalan-jalan, media cetak dan elektronik, atau mensponsori berbagai acara musik dan olahraga, mendapat tanggapan serius dalam beberapa tulisan di buku ini. Karakteristik remaja yang erat dengan keinginan adanya kebebasan, independensi, dan berontak sengaja dimanfaatkan para pelaku industri rokok dengan memunculkan slogan-slogan rokok yang mewakili dunia anak muda, beberapa contohnya ada di salah satu tulisan di buku ini.

Hasil survei Komnas Perlindungan Anak mengatakan, sekitar 62,2% remaja memiliki kesan positif terhadap iklan rokok, 51,6% remaja dapat menyebutkan lebih dari tiga slogan iklan rokok, dan 50% remaja perokok merasa dirinya lebih percaya diri seperti yang dicitrakan iklan rokok. Membaca hasil survei tersebut tentu menimbulkan keprihatinan bagi kita akan kelangsungan generasi mendatang.

Beruntunglah, dalam suasana kekhawatiran itu, masih ada beberapa remaja yang berani maju, yang dibuktikan dengan kehadiran buku ini, menyuarakan keberpihakan mereka dalam kampanye melawan rokok, bahkan mungkin lebih jauh, melawan narkoba.

Ada satu hal yang membayang ketika saya bertemu dengan ke-16 remaja yang tengah menggoreskan sejarah hidupnya ini, yakni mereka adalah generasi yang siap menghadapi ancaman-ancaman negatif yang kerap mengepung keseharian anak remaja. Mereka memahami betul, usia remaja adalah usia yang permisif terhadap hal-hal baru dan menantang. Tapi mereka sadar, tidak semua hal-hal yang baru dan menantang harus diikuti.

Semoga catatan akhir ini bisa dianggap sebagai bentuk apresiasi atas karya monumental 16 remaja yang tergabung di Klub Sastra Pelajar Kota Malang. Mengapa saya katakan monumental? Karena yang mereka tulis adalah sebuah deklarasi penting untuk mengobarkan semangat perang melawan rokok. Melihat beragamnya pembahasan di buku ini, bisa dikatakan buku ini adalah upaya melawan rokok dari berbagai aspek dan pola pencegahannya.

Terakhir, kalau boleh saya menganjurkan, agar buku ini menjadi bacaan wajib bagi semua anak remaja. Kalau perlu depdiknas mulai melirik buku ini, juga karya-karya sejenis, sebagai salah satu buku pendamping bagi para pelajar Indonesia.

Menara Petir, 25 Juni 2009

Lanjutin bacanya ya...

Friday, June 19, 2009

(Kisah Imajiner) Penciptaan Hawa

Oleh: Fauzi A Muda
...dengan angkuhnya setan berjalan mondar-mandir di surga. Ia menolak bersujud kepada Adam, makhluk yang terbuat dari tanah. Tiba-tiba seekor ular yang telah mendengar kabar tentang peristiwa tersebut, menemuinya. Dengan desisnya, si ular licik menghentikan setan, ‘Wahai ‘Azazil, ada apa denganmu? Mengapa engkau tidak mau bersujud kepada Adam seperti malaikat yang lain?’

‘Aku harus bersujud pada benda itu?’

‘Jangan biarkan kedengkian menghancurkan dirimu! Engkau harus sadar bahwa bersujud kepada Adam adalah perbuatan mulia!’

‘Apanya yang mulia? Dia? Tanah yang dibentuk?’

‘Dalam hal apapun, tanah itu lebih unggul daripada api yang menjadi bahan ciptaanmu.’

‘Apa katamu, hai ular busuk?’

‘Sungguh, dalam tanah terkandung ketenangan, kearifan, kemurahan, dan pertumbuhan.’

‘Tidak tahukah apa kau yang terkandung dalam api?’

‘Apa yang terkandung dalam api selain kecerobohan, kesembronoan, ketergesaan, dan membakar?’

‘Hai ular buruk rupa, kau munafik! Apa karena Allah yang telah menciptakannya?’

‘Allah telah menciptakan Adam dengan tangan-Nya. Dia tiupkan ke dalam jasadnya dari ruh-Nya. Dan Dia telah mengajarinya nama-nama segala sesuatu. Ini kemuliaan yang tiada tandingannya.
Ia diberi akal sebagai perangkat mengetahui dan memahami. Diberi nafs yang dengannya ia menyadari dan mengerti. Diberi hati yang dengannya ia merasa dan mencinta. Ia tidak sama dengan malaikat. Ia adalah makhluk yang di-fana-¬kan secara total di dalam ‘Arasy, bersambung dan berpisah, terikat dan merdeka. Ia bisa berpikir dengan sendirinya dan bisa menghidupi hidupnya sendiri. Terkadang ia bisa menentukan nasibnya sendiri, seakan-akan ia miniatur Tuhan.
Bukankah engkau telah melihatnya? Itulah dia, wahai ‘Azazil. Sekaranglah waktunya engkau mengerti hal itu?’

‘Baiklah, sekarang pula saatnya aku mengerti bahwa aku juga bisa mencipta sesuatu yang padanya kutiupkan dari ruhku!’ tekad setan dengan congkaknya seperti berbicara kepada dirinya sendiri, sembari buru-buru meninggalkan sang ular bengong sendirian.
Tanpa membuang waktu, setan langsung turun ke bumi mencari tanah sebagai bahan dasar makhluk ciptaannya itu. Dengan semangat, setan membentuknya menjadi makhluk mirip Adam dengan sedikit perbedaan. Setelah dianggap sempurna, setan menunggui sosok yang diciptakannya itu berbicara atau bergerak. Namun tak ada suara, tak pula ada gerak.

Melihat gelagat setan yang putus asa, kesal dan frustasi, si ular licik yang sedari awal mengintip apa yang dikerjakan setan datang menghampiri, ‘Sekarang baru kau tahu, mencipta itu tidak gampang.’

‘Diam kau, ular brengsek!’

‘Adam bukanlah tanah, tetapi kehidupan yang tersimpan dalam tanah. Dia adalah ruh Allah, dan ini adalah rahasia-Nya yang tidak bisa disingkap siapapun, bahkan oleh dirimu wahai ‘Azazil yang mengaku telah mencuri, menguasai, dan mengetahui banyak ilmu-Nya. Di dalam diri Adam terdapat inti kehidupan, yang Dia titipkan pada tanah, api, air, udara, dan unsur apapun. Itulah inti teragung!’

Dasar ular sok tahu, kata setan sambil meninggalkan begitu saja si ular licik yang sedang berkhotbah tentang kehidupan dan kemuliaan Adam dibandingkan makhluk lainnya.
Setan terus memeras otak, mondar-mandir di dalam surga, berpikir bagaimana caranya menciptakan makhluk yang mirip dengan Adam, hingga langkahnya terhenti ketika matanya tertuju pada sebuah pohon besar dan rimbun, di bawahnya terlihat Adam sedang tertidur dengan pulas. Setan langsung menghampiri.
Dilihatnya Adam dengan seksama, dalam hatinya dia mengakui bahwa Adam memang diciptakan Tuhan dengan sangat sempurna. Apa yang membuat Adam begitu sempurna dan bisa hidup?

‘Aha! Aku bisa mencipta makhluk seperti Adam’ kata setan lantang, lalu buru-buru menutup mulutnya agar Adam tidak terbangun. Sepertinya setan menemukan ide cemerlang.
Ya, setan memperoleh satu hipotesis, bahwa Adam awalnya adalah benda mati yang diciptakan dari Dzat Yang Hidup. Maka dia bisa menghidupkan makhluk ciptaannya kalau bisa mengambil sesuatu pada diri Adam, untuk digabungkan kepada benda ciptaannya, karena kini Adam adalah benda yang hidup.
Dilihatnya Adam dengan teliti, kira bagian mana dari tubuh Adam yang bisa diambil, tanpa disadari oleh Adam bahwa ada bagian yang telah oleh setan, saat dia terbangunkan nanti. Setan berpikir keras, ‘Kalau yang kuambil bagian luar dari tubuh Adam tentu dia akan kaget saat bangun nanti’ katanya menyelidik. ‘Kalau begitu aku harus masuk ke dalam tubuh Adam untuk mengambil sesuatu.’
Setan kemudian masuk ke dalam tubuh Adam, mencari-cari, berfikir keras, akhirnya menemukan jajaran tulang rusuk. Setan memutuskan untuk mengambil tulang rusuk Adam bagian kiri bawah yang paling pendek. Dan setan keluar dari tubuh Adam sambil membawa tulang rusuk itu dengan hati-hati dan pelan-pelan, sehingga Adam sedikitpun tidak terusik. Lalu dibentuknya makhluk seperti Adam, namun dibentuk sedikit berbeda. Setan melekatkan sesuatu pada sosok ciptaaanya, yang bersumber darinya. Tak lama kemudian makhluk baru itu berdiri dan melangkah. Hidup.

‘Hawa yang sungguh cantik! Hawa yang sungguh cantik!’
Setan kaget. Ternyata sedari tadi si ular licik terus memperhatikan penciptaan proyek prestisiusnya tersebut.

‘Rupanya kau si ular licik. Kau mengagetkanku saja. Kau tadi langsung berteriak mengatakan Hawa yang sungguh cantik! Mengapa kau memanggilnya “Hawa”?’

‘Karena dia dari makhluk hidup!’ kata ular, bijak

‘Benarkah yang kau katakan! Apakah kau menghendaki sesuatu pada sosok Hawa ini yang bersumber dariku’ kata setan.

‘Tak diragukan lagi! Coba perhatikan gerakannya, ketangkasannya, bahkan sorot matanya. Dalam dirinya nampak ada jejak tanah. Namun di dalam dirinya pun ada kilatan api. Sungguh! Dalam dirinya ada sesuatu yang juga ada dalam dirimu; kecerobohan, ketergesaan dan membakar!’

Tiba-tiba terdengar suara menggelegar di angkasa surga. Semua yang mendengarnya pasti ketakutan, termasuk setan dan si ular licik. Mereka berdua lari secepat kilat menyelamatkan diri. Dan akibat suara yang menggelegar itu pulalah akhirnya Adam terbangun dari lelapnya, dan kaget mendapati makhluk baru yang mirip dengannya ada disampingnya. Yaitu Hawa.

Menara Petir, 2009
Knight Terra Incognita
P.S. Dalam bukunya Abu Fida; Setan, sebelum melakukan dosa besar dan memberontak kepada Tuhannya, konon bernama ‘Azazil. Dia adalah salah satu pembesar malaikat yang bersayap empat, sekaligus pemimpin para malaikat langit, serta bertugas sebagai penjaga surga-surga. Berkuasa atas bumi, ia adalah malaikat tercerdas dan berilmu paling banyak.
P.S.S. Kisah ini termaktub dalam salah satu karya sastrawan agung Mesir, Taufiq El-Hakim

Lanjutin bacanya ya...

Tuesday, June 16, 2009

Mengawetkan Berita Berkelas

Koran Jakarta, Senin, 15 Juni 2009
Lembaga Studi Pers dan Pembangunan, Senin, 15 Juni 2009

Oleh: Fauzi A Muda
Kurun waktu 1965-1967, terjadi pengusiran orang tionghoa di sepanjang perbatasan Kalimantan Barat dan Serawak, Malaysia. Peristiwa itu berkaitan dengan operasi militer yang dilakukan tentara RI, atas para mantan Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS) dan Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (PAKARU).
Sebelumnya, mantan PGRS-PAKARU, yang mayoritas beretnik tionghoa, direkrut dan dilatih pemerintah RI, ketika terjadi konfrontasi dengan Malaysia, 1963. Namun ketika konstelasi politik Indonesia berubah pasca G30S PKI, keberadaan mereka dianggap sebagai pemberontak yang harus segera disingkirkan.

Militer kesulitan mematahkan perlawanan para gerilyawan. Karena militer memprovokasi orang dayak untuk melakukan pengusiran terhadap orang tionghoa, termasuk yang dianggap membantu dan memasok makanan para pemberontak.
”Ini peristiwa kemanusiaan yang luar biasa besar. Namun, peristiwa itu seakan dilupakan sejarah. Kalaupun pernah tertulis, pada 1971, buku itu versi militer, atau pemerintah orde baru,” Begitulah yang terlintas dalam pikiran Mukhlis Suhaeri, wartawan Borneo Tribun, ketika pertama kali melakukan riset, dan akan menulis naskah The Lost Generation. Kelak, liputan investigatif ini dinobatkan sebagai pemenang Mochtar Lubis Award (MLA) 2008, kategori Pelaporan Investigasi.

Penghargaan Jurnalistik Mochtar Lubis Award 2008 mengapresiasi karya para jurnalis yang dipilah dalam lima kategori; pelayanan publik, tulisan feature, pelaporan investigasi, foto jurnalistik, sera liputan mendalam jurnalisme televisi. Terdokumentasikan dalam buku ini, Menuju Jurnalisme Berkualitas, 19 karya finalis dan 6 karya pemenang MLA 2008.

Pemenang kategori Pelayanan Publik berjudul Politik Pendidikan Penebus Dosa karya Asrori S. Karni, wartawan GATRA. Pelaporan Investigasi dimenangkan oleh Mukhlis Suhaeri, The Lost Generation. Tulisan Feature diraih wartawan Kompas, Ahmad Arif, melalui karyanya yang berjudul Meno Kaya Tidur di Selokan. Foto Jurnalistik oleh Arie Basuki (Koran Tempo), Dag Dig Dug di Bukit Segambut (Operasi TKI). Sedang untuk Liputan Mendalam Jurnalisme Televisi diraih dua pemenang; Mengeruk Laba dari Bangkai Sapi (ANTV) dan Pintu harapan untuk si Miskin (Astro Awani).

MLA yang tahun ini baru memasuki tahun kedua, adalah program yang bertujuan memberikan apresiasi dan menumbuhkan semangat kompetisi di kalangan wartawan Indonesia untuk menghasilkan karya jurnalistik terbaik. Barangkali, satu hal yang menggembirakan di Indonesia belakangan ini adalah munculnya banyak wartawan muda yang idealis, bersemangat, dan ingin membuktikan diri bahwa mereka mampu dan berkualitas.

Penggunaan nama Mochtar Lubis sebagai bentuk dedikasi kepada salah satu jurnalis Indonesia terbaik itu, yang tak hanya terkenal di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Mochtar Lubis kita kenang sebagai wartawan legendaris karena keberaniannya melawan pemerintahan otoriter, berani mengambil risiko atas tulisan-tulisan kritis, keunggulannya dalam mengungkap pelbagai kasus korupsi di saat republik ini masih berusia sangat muda.

Kehadiran buku ini semakin menarik sebagai bentuk pengawetan berita-berita kelas wahid, karena selain menyuguhkan 25 karya terbaik jurnalistik, juga dibubuhkan catatan penting mengenai penilaian dan penentuan pemenang masing-masing kategori serta behind the story dari setiap pemenang. Tentu kita berharap pendokumentasian ini menjadikan karya-karya yang baik menjadi lebih abadi, karena akan ada banyak pihak yang merasakan manfaatnya.

Makin meluasnya citizen journalism dan blogs merupakan pertanda bahwa publik ingin berpartisipasi lebih dan ikut serta dalam diskusi publik yang menyangkut nasib serta masa depan mereka. Tak salah lagi, buku ini layak menjadi bacaan wajib bagi para wartawan maupun mahasiswa jurnalistik dan mahasiswa komunikasi yang berminat menjadi wartawan. Juga para blogger, bisa menjaring banyak manfaat dari buku ini.

Menara Petir, 2009
Fauzi A Muda, Pemulia Buku

Lanjutin bacanya ya...

Tuesday, June 9, 2009

Perempuan (Muslim) dalam Kehidupan Modern

Oleh: Fauzi A. Muda
Tatanan kehidupan umat manusia yang didominasi oleh kaum laki-laki atas kaum perempuan (tidak hanya dalam Islam) sudah menjadi akar sejarah yang panjang. Dalam Islam, para ahli hukum baik klasik maupun modern masih sering memposisikan rendah perempuan –dengan menyandarkan argumennya pada hadist-hadist ahad, terutama yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. (Abou el-Fadl: 2004).

Kebanyakan hadist yang diskriminatif terhadap perempuan adalah hadist ahad (hadist yang diriwayatkan dari rantai periwayatan tunggal) yang belum mencapai derajat tawatur (hadist yang diriwayatkan dari beberapa rantai periwayatan). Implikasinya, seorang isteri harus mematuhi suaminya, jika diperintahkan untuk tidak meninggalkan rumah, tidak bekerja diluar rumah, tidak mengunjungi teman-temannya. Bahkan di Arab Saudi, wanita, dilarang menyopir mobil sendiri.

“Kaum laki-laki adalah pemimpin (qawwamun) bagi kaum perempuan…”, ayat ini sering dipangkas untuk kemudian dikutip oleh para ahli fiqh sebagai pemegang otoritas agama Islam, dan kaum laki-laki pada umumnya.

Problematika yang dihadapi wanita (Muslim) kini adalah masalah modernisasi yang mengarah pada tuntutan emansipasi. Dominasi kaum pria dan perlakuan yang semena-mena berimplikasi munculnya tuntutan kebebasan kaum wanita yang berlebihan, seperti munculnya gerakan Feminis Radikal.

Bagaimana wanita yang sholihah itu? Wanita sholihah adalah wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri (dari menyeleweng dan menjaga rahasia dan harta suami) ketika suaminya tidak ada. (lihat QS. 4: 34). Perspektif Islam, prinsip rumah tangga harus bisa mewujudkan unsur-unsur sakinah, mawaddah dan rahmah, yaitu terwujudnya rumah tangga yang penuh kedamaian, saling pengertian, aman dan penuh cinta serta kasih sayang.

Mencari Nafkah
Tentang siapa yang harus mencari dan memberi nafkah, dalam Islam hal itu adalah tugas suami (sebagai qawwamun). Namun, saat ini hampir setiap isteri ikut mencari nafkah, bahkan tidak jarang penghasilan isteri lebih tinggi daripada suami. Bagaimana menyikapi kondisi demikian? Apakah serta merta posisi qawwamun akan berbalik? Inilah yang sering menjadi perdebatan dan belakangan sering dianggap menjadi pemicu tingginya angka perceraian.

Menghadapi kondisi semacam ini, Dra. Istiadah, MA. memberi kiat-kiat menghadapinya. Pertama, jangan serta merta bertukar peran, karena seorang istri juga harus bisa menjaga ‘harga diri’ suaminya. Harga diri seorang laki-laki terletak pada kemampuannya menjadi pencari nafkah utama. Ketika pertukatan peran tersebut dipaksakan, bukan tidak mungkin bahtera keluarga Anda akan guncang. Lakukan dengan pelan-pelan dan coba libatkan suami dalam urusan domestik dengan cara yang komunikatif. (hlm. 89).

Kedua, beri dukungan. Dalam budaya kita, berpenghasilan rendah dari isteri adalah kenyataan pahit bagi banyak laki-laki. Sang isteri jangan selalu menuntut suami menjadi pencari nafkah utama, lebih-lebih membebaninya dengan pekerjaan-pekerjaan yang akan ‘merendahkan martabat’, seperti memasak atau menjaga anak. Komunikasikanlah dengan baik –tanpa harus menyinggung ‘harga dirinya’- kalau memang hal itu perlu dilakukan. Ketiga, yakinkan bahwa rezeki datang dari Allah. Seorang isteri yang dewasa dan bijaksana bisa meyakinkan bahwa rezeki suatu keluarga tidak selalu datang melalui keringat suami. Semua rezeki berasal dari Allah dan sudah ada kadarnya masing-masing. (hlm. 91)

Mengasuh Anak
Rumah tangga merupakan kelompok terkecil dalam suatu masyarakat. Rumah tangga terbentuk melalui ikatan perkawinan yang sah. Di dalam rumah tanggalah terbentuk karakter dan watak seorang anak melalui didikan orang tuanya.

Suami-isteri punya tanggung jawab yang sama atas anak-anak mereka baik dalam hal kesejahteraan, pendidikan, spiritual maupun akhlak (lihat QS. 4: 9). Tanggung jawab itu harus dipikul bersama dan tidak ada yang lebih ditekankan siapa yang harus menanganinya. Sesibuk apapun seorang ayah/ibu mencari nafkah, harus tetap menyediakan waktu yang cukup untuk anaknya. Dalam seminggu wajib disediakan waktu untuk keluarga -dimana ayah, ibu, dan anak bisa bercengkerama- agar keharmonisan keluarga bisa terjalin erat secara emosional.

Buku ini, Membangun Bahtera Keluarga Yang Kokoh, Dengan Berbagi Peran secara Adil seperti yang Dicontohkan Rasulullah SAW., memberikan kunci untuk menggapai kehidupan rumah tangga yang harmonis berlandaskan semangat mawaddah wa rahmah. Peran perempuan dalam berbagai sektor kehidupan bangsa merupakan kebutuhan mendesak. Banyak hal yang dapat dilakukan perempuan untuk kemaslahatan bangsa dan negara. Namun, selama ini perempuan dikesankan sebagai subordinasi laki-laki, termarginalkan dan sulit mengaktualisasikan diri.

Yang kurang dari buku ini, tidak disertakannya kronologis (asbab al-nuzul) dari ayat-ayat al-Qur’an yang dicantumkan sebagai argumen penguat, demikian juga dengan hadist-hadistnya.

Namun, lepas dari semua itu, buku ini penting dibaca dan hadir pada saat yang tepat. Ia mampu membantu isu krusial yang tengah kita hadapi bersama, yakni, mencegah Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dimana sampai saat ini masih terjadi dan mengenai siapapun tidak mengenal strata sosial, ekonomi, umur bahkan tingkat pendidikan. Berita tentang kekerasan dalam rumah tangga terus menerus menghiasi lembar-lembar surat kabar, majalah dan terekam dalam siaran televisi sebagai sebuah mata acara tersendiri.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia. Tidak satu agamapun yang membenarkan tindak kekerasan dalam rumah tangga. Apapun bentuknya, siapapun pelakunya dan dimanapun terjadinya, kekerasan harus dihapuskan, sekalipun itu terjadi dalam lingkup rumah tangga.

Buku ini juga ingin mengingatkan, bahwa Islam sebenarnya tidak kaku dalam membagi kerja rumah tangga. Terdapat ruang bagi perempuan muslim untuk tidak harus terpaku sepanjang hidupnya menghadapi pekerjaan rumah tangga (ruang domestik). Rasulullah tidak memisahkan perempuan dari urusan publik, bahkan beliau mendukung mereka untuk memahami, bersikap kritis tentang urusan kemasyarakatan, serta memberikan sumbangsih kepada kemajuan peradaban umat manusia. Mudah-mudahan wanita (Muslim) tetap tegar menapaki era globalisasi ini.

Menara Petir
Knight Terra Incognita

Judul : Membangun Bahtera Rumah Tangga yang Kokoh
Penulis : Dra. Istiadah, MA.
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan I : 2005
Tebal : 110 halaman

Lanjutin bacanya ya...

Monday, June 8, 2009

Empat Jawaban Perempuan

Oleh: Fauzi A Muda
Sebuah survei sederhana menemukan empat jawaban perempuan ketika disodori pertanyaan tentang reaksi mereka terhadap poligami (baca; poligini). Jawaban pertama, dan ini mayoritas, mengatakan dengan tegas menolak dan mengharamkan praktik ini pada perempuan manapun. Kedua, dengan rada egois mereka berkata, boleh-boleh saja, asal itu bukan saya yang mengalami.

Sedangkan yang ketiga, bernada solider mereka mengatakan, boleh asalkan saya yang menjadi istri pertama --mungkin maksudnya yang utama, yang paling disayangi. Dan jawaban yang keempat, ini yang paling sedikit (dan saya yakin jawaban itu belum tentu jujur), mereka mengatakan bersedia dengan alasan lillahi ta’ala, karena Allah an sich.

Dari sekian jawaban pada survei (asal-asalan) diatas, hampir bisa dipastikan, sebagian besar perempuan secara naluriah tidak ingin cintanya terbagi, pasti begitu pula laki-laki –tetapi mungkin nalar naluriah laki-laki justru bergerak sebaliknya ketika berkeinginan menambah istri.

Diakui atau tidak, praktik ini sungguh sangat menyakitkan buat sebagian besar perempuan. Bahkan jika survei sederhana diatas dilanjutkan, kemungkinan akan ada jawaban lain yang lebih ekstrim selain empat jawaban diatas. Mungkin jawaban mereka, “Lebih baik mati, daripada menjadi istri yang dimadu” atau jawaban yang lain, misalnya seperti, “Jika itu dilakukan, akan saya bunuh suami saya!”

Inilah realitasnya. Poligini bagi mayoritas perempuan merupakan mimpi buruk, melebihi mimpi-mimpi buruk lainnya.

Menara Petir
Knight Terra Incognita

Lanjutin bacanya ya...

Blogroll

:: A :: Ahwa Rumi   • Awank   • Avonturir T-Shirt   • Abd. Malik   • Abe Poetra   • abs.net   • Abu Hanifah   • Achmad   • All About   • all about   • All about   • All About bali   • All that   • All Triks   • ALUMNI SMAN   • Ana Kendari   • Anda   • andika   • andithimbu   • Architectaria   • Ardiz Tarakan   • Arifin   • Aris Heru Utomo   • Arlina   • Arloji  • armansyah   • around   • arsip   • arwansp   • asepz   • assep Purna   • Auto Format   • avpulsa   • Azali   • Ayo nGeBlog!   :: B :: Bambang   • Bayu Tara   :: C :: :: D :: Dul Manaf   :: E :: Evy NLZ   :: F :: Fayyadl   • Firdaus   :: G :: :: H :: Hatim   • Halimi Zuhdy   :: I :: :: J :: :: K :: Khudori   :: L :: Liga   :: M :: Mahpur   • Makki   • Mukhid   • Musthafa   • Musthafa Amin   :: N :: Nadirsyah   :: O :: :: P :: :: Q :: Qorib   • Qurroti A'yun   :: R :: :: S :: Semut Pudak   • Surur   • Suud   :: T :: :: U :: Ubaid   • Umnia   :: V :: :: W :: :: X :: :: Y :: Yamin   :: Z ::

Blogroll Media

Publisher
IKAPI   • Gramedia   • Mizan   • Serambi   • Dinamika Ebook   • KPG   • LKiS   • Marjin Kiri   • Akbar   • Jalasutra   • Zaman   • Lentera Hati   • Erlangga   • Matahati   • Gema Insani   • Escaeva   • Andi   • Kanisius   • Salemba   • Kautsar   • Ganeca Exact   • Gradien   • Citra   • Salamadani   • Bukune   • Elex Media   • Azzam   • Era Intermedia   • Zikrul   • Cicero   • Diponegoro   • Graha Ilmu   • Atria   • Intan Pariwara   • Gagas Media   • Duha   • Pena   • Komunitas Bambu   • MQS   • YOI   • UIN Malang Press   • UMM Press   • Resist   • Tiara Wacana  

Opportunity
Beasiswa Center   • Info Beasiswa   • Scholarship Info   • Student Scholarship   • Biasiswazah Center   • Student Loan   • Loan Center   • Job Vacancy International   • Job Vacancy International   • Lowongan Kerja   • Job Vacancy Indonesia   • Lowongan CPNS PNS BUMN Bank   • Lowongan Pekerjaan   • Informasi Lowongan Kerja   • Lowongan Kerja   • Info Kerja   • Situs Bursa Kerja   • Situs Lowongan Kerja   • LOWONGAN  • Beasiswa Scholarships   • Lowongan Beasiswa   •Info Beasiswa & Lowongan  • Informasi Beasiswa Indonesia   • Beasiswa Indonesia Scholarships   • Beasiswa Scholarship Info   • Info Beasiswa S1 S2 S3   • Beasiswa Dalam Negeri   • Milis Blogger Indonesia   • Blogger Indonesia Yahoo 360   • Blogger Indonesia   • Blog Indonesia   • Lowongan   • Bursa Kerja   • Beasiswa Indonesia   • Info Beasiswa   • Info Lowongan Kerja   • Info Lowongan Kerja   • Info Lowongan Kerja   • Info Beasiswa   • Info Beasiswa   • Lowongan BlogDetik  

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP